Tony Wijaya

TONY WIJAYA

Pendiri sekaligus Ketua KKAB ini menyelesaikan pendidikannya di Edith Cowan University, Perth. Setelah cukup lama berkarir di PT Asia Pulp and Paper sebagai General Manager, pada tahun 2000 Tony Wijaya memutuskan untuk memulai bisnis pribadi di bidang fiber optic.

Sebelum mendirikan KKAB, Tony Wijaya terlibat dalam berbagai kegiatan sosial yang kemudian menginspirasinya bersama dengan Stefani Hanjaya untuk mendirikan suatu komunitas yang mendorong generasi muda untuk lebih mempunyai rasa memiliki negara Indonesia dan menghargai ke-bhinneka-an dan keragaman sebagai kekuatan untuk membangun dan memajukan negara.

Kecintaannya pada buku, membawa suami dari Yuri dan ayah dari Gaby dan Owen ini memiliki impian agar semua anak di Indonesia dapat memperoleh pengalaman dari petualangan membaca buku. Impian ini yang kemudian melalui Divisi Pendidikan KKAB diwujudkan dengan mendirikan Rumah Baca Indonesia (RBI) di berbagai daerah di Indonesia.

Rasa bangga dan cintanya sebagai warga negara Indonesia membuat pria kelahiran 27 November 1969 ini, menggagas semboyan PERBEDAAN ITU INDAH, KEBERAGAMAN ITU ANUGRAH, sebagai slogan KKAB dan tercermin melalui berbagai program KKAB untuk menjadikan perbedaan dan keberagaman tersebut menjadi satu kekuatan bersama.

Stefani Hanjaya

STEFANI HANJAYA

Lahir dan besar di kota Cirebon, Jawa Barat, Stefani Hanjaya menghabiskan masa remajanya di Ibukota Jakarta. Menyelesaikan pendidikan sarjana pada tahun 1990 di Australia, dan memulai karir di beberapa perusahaan multinasional seperti Adidas dan McGraw Hill. Selama 7 tahun berkarya di McGraw Hill, Stefani mendapat kepercayaan sebagai Regional Manager untuk area Indonesia, Philippines, Guam dan Micronesia. Di Manila, Stefani menyelesaikan pendidikan Master di Ateneo Graduate School of Business pada tahun 2002.

Kegemarannya pada buku dan ketertarikan akan dunia pendidikan mendorong Stefani untuk memulai bisnis di industri ini, ditandai dengan berdirinya Cita Bookstore pada tahun 2002, yang kemudian menjadi pionir dalam menyediakan buku-buku textbook dan literatur bagi dunia pendidikan, terutama bidang medis, bisnis dan ekonomi. Berbekal misi memotivasi para akademisi untuk menulis buku bagi dunia pendidikan serta keinginan mengembangkan dunia pernerbitan lokal di Indonesia, Stefani juga mendirikan Cita Publishing.

Keterlibatan Stefani sebagai seorang filantropi dalam berbagai kegiatan sosial dan amal, memberikan arti tersendiri baginya dan membuatnya tidak segan-segan untuk meluangkan waktu, tenaga, materi dan pengaruh jaringan sosialnya demi mewujudkan aspirasi masa depan : untuk kehidupan manusia yang lebih baik.  Bersama dengan Tony Wijaya, Stefani kembali menyatukan visinya akan dunia buku, pendidikan dan kecintaannya pada masyarakat Indonesia dengan mendirikan KKAB pada tahun 2008, dan menjadi Wakil Ketua bagi komunitas ini.


IMG-20130518-00733

Suci Mudiati

Bidang Pelayanan Masyarakat & Tanggap Bencana

Kelahiran 10 Februari 1982, wanita yang akrab disapa Uchie ini, menyelesaikan pendidikan S1 di Universitas Wiyata Mandala. Saat ini Uchie menjadi Direktur pada PT Cita Media Nusantara, perusahaan distributor buku impor/lokal yang berhubungan dengan pendidikan.

Wanita aktif yang hobi traveling, mendengarkan musik dan wisata kuliner ini, sering kali merasa sedih melihat keadaan lingkungan sekitarnya dan Indonesia secara keseluruhan yang rentan untuk diadu dengan perbedaan, merasa menemukan komunitas yang sesuai dengan visi dan misinya, ketika diperkenalkan dengan KKAB oleh Tony Wijaya dan Stefani Hanjaya.

Sebagai ketua Bidang Pelayanan Masyarakat & Tanggap Bencana, Uchie mengkoordinir sejumlah kegiatan KKAB seperti program edukasi bagi masyarakat terkait kesehatan, memberdayakan wanita melalui program “wanita cerdas” dengan memberikan pelatihan, dan menjadi barisan terdepan bagi komunitas untuk siap dan sigap dalam membantu korban bencana di Indonesia. Uchie berharap, KKAB dapat membantu negara dalam mengubah kebiasaan dan pola pikir masyarakat dalam memandang perbedaan dan dapat hidup lebih mandiri dengan mengajarkan masyarakat bagaimana dapat hidup lebih sejahtera melalui berbagai pelatihan terkait kewirausahaan dan kegiatan memberdayakan wanita.

Arifa

Arifa Tan

Bidang Pendidikan

Belasan tahun bergelut dalam dunia IT, membuatnya dipercaya sebagai Direktur  PT. Phintraco Consulting, dan sukses membawa perusahaan lokal pengembang aplikasi solusi call centre perbankan ini, menjadi salah satu perusahaan yang pionir di bidang Customer Relationship Management (CRM).

Seorang visioner, yang cintanya pada bangsa dan negara Indonesia, membuat Arifa memiliki banyak visi bagi bangsa ini. Membangun sebuah perusahaan yang mempersiapkan IT consultant Indonesia agar dapat bersaing di Asia Pacific  dan membangun IT university untuk menyediakan  tenaga siap pakai adalah sebagian dari banyak impiannya.

Bergabung bersama KKAB dan menjadi Ketua Bidang Pendidikan, membangkitkan semangat Arifa untuk mewujudkan impiannya dalam mengubah konsep berpikir anak-anak Indonesia melalui pendirian Rumah Baca Indonesia sekaligus berbuat sesuatu bagi perbaikan pendidikan di Indonesia dan membangun kekuatan ekonomi negara dengan modal kebersamaan dari perbedaan. Dan ini pula yang mendorong Arifa, lulusan Universitas Bina Nusantara ini, untuk melanjutkan pendidikannya saat ini di Magister Pendidikan Universitas Pelita Harapan.

Bagi Arifa yang lahir pada 11 November 1970 dan menghabiskan masa remajanya di Jambi ini, dirinya hanyalah sebuah pena yang dipakai oleh Tuhan untuk melukis atau menuliskan sebuah cerita yang luar biasa. Baginya, Tuhanlah yang menulis; “aku bukan siapa-siapa tapi aku beruntung menjadi pena ditanganNya”

Fakhril Hakim

Fakhril M. Hakim

Bidang Kesejahteraan

Pemuda yang kerap disapa Fakhril Hakim ini lahir di Palembang pada tanggal 19 July 1987.  Sarjana seni dengan Major Photography ini mempunyai passion yang tinggi pada bidang ekonomi dan politik. Memilih untuk menjadi self employee di usianya yang muda, Fakhril mendirikan PT. Kinarya Muda Mandiri. Di sela waktu yang sibuk, ia tetap menyempatkan diri untuk menekuni hobi bermain golf dan kegemaran unik memasak.

Fakhril menyakini bahwa hidup bukanlah mencari kebahagiaan diri sendiri, tapi bagaimana menyempurnakan hidup dengan membahagiakan orang di sekitar; keyakinan yang membuatnya melangkahkan kaki dalam berbagai kegiatan sosial.

Bergabung dengan KKAB merupakan sebagian dari wujud keyakinan Fakhril untuk membantu orang-orang yang kurang beruntung dan mempertemukannya dengan generasi yang memiliki visi yang sama untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Melalui kiprahnya sebagai ketua Bidang Kesejahteraan dengan menggagas berbagai program untuk Bidang Kesejahteraan KKAB,  Fakhril mencoba mewujudkan impiannya bagi masyarakat Indonesia yang sejahtera, dan mandiri. Sejahtera dalam segala aspek kehidupan.


Ance 2

ANCE DEWIANTI

Hubungan Masyarakat

Lahir di Amsterdam 26 Januari 1971, berbekal pedidikan perhotelan (Food and Beverage Management), Ance memulai karirnya di Hotel Hilton, Hardrock Café Jakarta dan sebagai penyiar Cosmopolitan FM yang kemudian dipercaya menjadi A&P Manager Cosmopolitan FM. Sejak 2006, Ance terjun sebagai Senior Media and Business Relations Manager di MRA Printed Media, salah satu perusahaan media terbesar di Indonesia, yang menelurkan berbagai majalah lifestyle berkelas seperti Cosmopolitan, Harper’s Bazaar, Hello, Esquire, FHM, Autocar, Her World, Mother & Baby, Goodhousekeeping, Maxim, Trax, Cosmo Girl,dll

Aktif terlibat dalam sejumlah kegiatan sosial, Ance turut bergabung dalam KOIN Peduli, Masyarakat Peduli Indonesia (MPI) dan KKAB.  Melalui kiprahnya sebagai person in charge Media & Publikasi bagi KKAB, dan dengan latar belakang networking dan aktifitasnya di dunia entertainment & lifestyle, Ance memotivasi berbagai kalangan masyarakat untuk bersama membangun Indonesia yang lebih baik dan menyadarkan masyakarat bahwa “Perbedaan itu indah, Keberagaman itu anugerah”.

Lia Sirait

RESY NOVELIA SIRAIT

Sekretaris

Sarjana Hukum lulusan Universitas Katolik Atmajaya Jakarta yang sekarang bekerja di sebuah firma hukum ini aktif berorganisasi sejak mahasiswa. Suka menulis dan traveling. Selain menulis di blog pribadi, tercatat juga berkontribusi di wikimu.com, mempublikasikan karya fiksi di jejakubikel.com  dan  penulis (d’Travelers Stories) di travel.detik.com.

Terjun dalam komunitas Gema Damai dan Jakarta Bergerak, bersama dengan Stefani Hanjaya co-founder KKAB membawanya bergabung dengan KKAB sebagai Sekretaris KKKAB. Wanita aktif yang akrab dipanggil Lia Sirait ini memiliki sejumlah pengalaman hasil dari observasinya saat memperdalam bantuan hukum marjinal dan hobi travelling-nya yang kemudian menggelitik dirinya untuk bisa berbuat lebih bagi masyarakat.

Serius dalam membangun KKAB membuatnya terjun langsung mulai dari penyusunan Anggaran Dasar, pembagian bidang dan pengurus inti KKAB. Lia berharap partisipasinya dalam program-program KKAB, sejalan dengan pilhan hidupnya untuk memberikan waktu dan tenaga tanpa pamrih bagi memajukan anak bangsa yang majemuk.

Impiannya, KKAB dapat menjadi suatu komunitas yang bergerak dan berkarya untuk bangsa, mencerdaskan anak bangsa dan menjadi bukti nyata bahwa Indonesia dengan semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” dapat menjadi bangsa yang maju dan beradab.

Dinny Indah Setyaningtias

Bendahara

Dinny

Kecintaannya pada dunia design interior, membuat Dinny melanjutkan pendidikannya di Sheffield School of Interior Design – Singapore, dan berkarir sebagai Personal Assistant.  Awal 2011, Dinny memilih untuk “berkarir” sebagai “fulltime mom”, bagi suami dan 3 anak-anak yang luar biasa. Di antara kesibukannya, Dinny masih menyempatkan diri untuk berbagi dalam berbagai kegiatan sosial dan amal. Keinginan terbesarnya untuk dapat melihat orang lain bahagia menginspirasinya untuk berbuat sesuatu dan memiliki arti bagi orang lain.

Perkenalannya dengan Ance Dewianti, membawanya mengenal KKAB, komunitas dimana Dinny merasa menemukan tempat yang tepat baginya untuk dapat membantu sesama dengan ruang lingkup yang lebih besar, tidak hanya di Jakarta, tapi sampai ke berbagai daerah di Indonesia.

Sebagai Bendahara KKAB, Dinny terlibat dalam sejumlah program sejumlah kegiatan KKAB seperti kegiatan terkait tanggap bencana dan program memberdayakan wanita. Bagi Dinny, membantu masyarakat Indonesia dengan berbagai keragaman, berdasarkan rasa sukarela, ikhlas dan kemanusiaan, merupakan wujud syukurnya pada Allah SWT dan bentuk kecintaannya pada bangsa dan negara Indonesia.